hi...

Minggu, 18 Januari 2015



                                   Suriah

     
A great mosque of damasqus 

   located in the old city of Damascus, Syria is the largest and oldest mosques in the world. And is considered a sacred place fourth in Islam.

Characteristic of umayyah 

Characteristic of this mosque is to have three towers and four doors are decorated with mosaics. The Remains of the mosaic still exist today in the most important part in Albarid door, west door of the mosque. During the first mosque holds many books and manuscripts.


In a battle between rebels and government forces syria occurring april 16 2013, the masjid umayyah, aleppo, of northern syria still sturdy









Senin, 05 Januari 2015

Sejarah Jurnalistik Di Dunia Dan Indonesia



Kewartawanan atau jurnalisme (berasal dari kata journal) mempunyai arti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, dapat juga diartikan sebagai surat kabar. Journal berasal dari istilah bahasa Latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.
Berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). “Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.

Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.

Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.

Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).

Dalam sejarah Islam, cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.

Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.

Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.
Kegiatan penyebaran informasi melalui tulis-menulis makin meluas pada masa peradaban Mesir, ketika masyarakatnya menemukan tehnik pembuatan kertas dari serat tumbuhan yang bernama “Phapyrus”.


 Pada abad 8 M., tepatnya tahun 911 M, di Cina muncul surat kabar cetak pertama dengan nama “King Pau” atau Tching-pao, artinya "Kabar dari Istana". Tahun 1351 M, Kaisar Quang Soo mengedarkan surat kabar itu secara teratur seminggu sekali.







Penyebaran informasi tertulis maju sangat pesat sejak mesin cetak ditemukan oleh Johan Guttenberg pada 1450. Koran cetakan yang berbentuk seperti sekarang ini muncul pertama kalinya pada 1457 di Nurenberg, Jerman. Salah satu peristiwa besar yang pertama kali diberitakan secara luas di suratkabar adalah pengumuman hasil ekspedisi Christoper Columbus ke Benua Amerika pada 1493.

Pengharagaan pulitzer

Surat kabar cetak yang pertama kali terbit teratur setiap hari adalah Oxford Gazzete di Inggris tahun 1665 M. Surat kabar ini kemudian berganti nama menjadi London Gazzette dan ketika Henry Muddiman menjadi editornya untuk pertama sekali dia telah menggunakan istilah “Newspaper”.
Penghargaan Pulitzer adalah penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalisme cetak di Amerika Serikat. Penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang sastra dan gubahan musik. Penghargaan Pulitzer pertama diberikan pada 4 juni 1917, dan sejak beberapa waktu lalu, mulai diumumkan setiap tahunnya pada bulan April.
Penerima penghargaan ini dipilih oleh sebuah badan independen yang secara resmi diatur oleh Sekolah Jurnalisme Universitas Columbia di Amerika Serikat. Penghargaan ini diciptakan oleh Joseph Putlizer , seorang jurnalis dan penerbit surat kabar Hungaria-Amerika pada akhir abad ke-19.
Penghargaan diberikan dalam kategori-kategori yang berhubungan dengan jurnalisme, kesenian dan surat-surat. Hanya laporan yang diterbitkan dan foto-foto hasil karya surat kabar atau organisasi berita harian yang berbasis di Amerika Serikat saja yang berhak menerima penghargaan jurnalisme.

 Sejarah Jurnalistik di Indonesia


Masa Penjajahan Belanda

Di Indonesia pers mulai dikenal pada abad 18, tepatnya pada tahun 1744, ketika sebuah surat kabar bernama “Bataviasche Nouvelles” diterbitkan dengan perusahaan orang-orang Belanda. Surat kabar yang pertama sebagai bacaan untuk kaum pribumi dimulai tahun 1854 ketika majalah “Bianglala” diterbitkan, disusul oleh “Bromartani” pada tahun 1885, kedua-duanya di Weltevreden, pada tahun 1856 “Soerat Kabar Bahasa Melajoe” di Surabaya. Sejak itu bermunculanlah berbagai surat kabar dengan pemberitaan bersifat informatif, sesuai dengan situasi dan kondisi pada zaman penjajahan itu.
Masa Pendudukan Jepang

Pada masa ini, surat kabar-surat kabar Indonesia yang semula berusaha dan berdiri sendiri dipaksa bergabung menjadi satu, dan segala bidang usahanya disesuaikan dengan rencana-rencana serta tujuan-tujuan tentara Jepang untuk memenangkan apa yang mereka namakan “Dai Toa Senso” atau Perang Asia Timur Raya. Dengan demikian, pada zaman pendudukan Jepang pers merupakan alat Jepang. Kabar-kabar dan karangan-karangan yang dimuat hanyalah pro-Jepang semata.


Zaman Kemerdekaan

Namun di era Revolusi(1945-1949) situasipun berubah. Perang perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan untuk menentang Belanda masuk lagi ke Indonesia.hal ini berpengaruh pada perkembangan Jurnalistik Indonesia. Pers terbagi kedalam 2 kelompok yakni pers Nica(Belanda) dan pers Republik (Indonesia). Pada masa ini, pers sering disebut sebagai pers perjuangan. Pers Indonesia menjadi salah satu alat perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Beberapa hari setelah teks proklamasi dibacakan Bung Karno, terjadi perebutan kekuasaan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk pers. Organisasi wartawan pertama yakni Persatuan Wartawan Indonesia lahir 9 Februari 1946.

Orde Lama

Pembredelan pers banyak terjadi setelah berlakunya SOB (Staat van Oorlog en Beleg/ undang-undang negara dalam keadaan bahaya, 14 Maret 1957). Beberapa media yang dibreidel pada masa itu adalah: Suara Maluku di Ambon (15 Januari 1958); Suara Andalas di Medan (30 Januari 1958); Keng Po di Jakarta (21 Februari 1958); Tegas di Kutaraja (25 Februari 1958); Bara di Makassar (13 Maret 1958); Pedoman di Jakarta (22 Maret 1958); Kantor berita PIA, Indonesia Raya dan Bintang Minggoe di Jakarta (29 Mei 1958). Penahanan terhadap wartawan pun banyak terjadi pada masa ini.

Masa Orde Baru

Ketika alam Orde Baru ditandai dengan kegiatan pembangunan di segala bidang, kehidupan pers kita pun mengalami perubahan dengan sendirinya karena pers mencerminkan situasi dan kondisi dari kehidupan masyarakat di mana pers itu bergerak. Pers sebagai sarana penerangan/komunikasi merupakan salah satu alat yang vital dalam proses pembangunan. Pada masa Orde Baru, ternyata tidak berarti kehidupan pers mengalami kebebasan yang sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat. Terjadinya pembredelan pers pada masa-masa ini menjadi penghalang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak asasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Masa Reformasi

Salah satu jasa pemerintahan B.J. Habibie pasca Orde Baru yang harus disyukuri ialah pers yang bebas. Pemerintahan Presiden Habibie mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers, sekalipun barangkali kebebasan pers ikut merugikan posisinya sebagai presiden. Secara yuridis UUD pokok pers NO.21/1982 pun diganti dengan UU pokok pers NO.40/1999. Dengan undang-undang dan pemerintahan baru, siapapun bisa menerbitkan dan mengelola pers. Tak ada lagi kewajiban hanya menginduk kepada satu organisasi pers. Seperti di tegaskan pasal 9 ayat (1) undang-undang pokok pers NO.40/1999; setiap warga negara indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. Pada pasal yang sama ayat berikutnya (2) ditegaskan lagi, setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum indonesia.

referensi : 
http://wantysastro.wordpress.com/2012/10/05/sejarah-jurnalistik-di-dunia-dan-di-indonesia/
 http://homework-uin.blogspot.com/2009/12/sejarah-jurnalistik.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnalisme
http://wantysastro.wordpress.com/2012/10/05/sejarah-jurnalistik-di-dunia-dan-di-indonesia/
http://putrajaya431.blogspot.com/
http://topanyurnalis69.wordpress.com/2012/10/09/sejarah-jurnalistik-dan-perkembangannya-di-indonesia/ 
http://gadisnabilaoktav.blogspot.com/2012/10/sejarah-jurnalistik-indonesia.htm

Mau jadi apa 5 tahun kedepan?

Melihat diri saya sekarang yang sedang menjalani kuliah, saya sempat berpikiran ingin menjadi guru di sekolah-sekolah negeri, karena saya pikir pekerjaan ini sangat cocok dengan jurusan perkuiliahan yang saya ambil ini. Tetapi, kenyataan setelah saya menjadi guru di sebuah sekolah saya tidak mendapatkan kepercayaan diri untuk menjalani pekerjaan di bidang tersebut. saya pikir ini bukan jalan saya,dan bukan gaya saya mengajar. Saya pikir saya ingin mencoba untuk membuka usaha makanan yang sangat disukai masyarakat, menjadi pengusaha sangat menjadi passion saya saat ini dan mungkin kedepannya saya akan menjalani dan mencobanya agar mengetahui bagaimana dunia bisnis itu dengan baik. Saya sangat ingin menjadi pengusaha karena menurut saya pengusaha pekerjaan yang sulit tetapi membuat saya menjadi semangat entah kenapa.

mungkin ini lah yang saya akan jalani sekitar 5 tahun kedepan.

Senin, 17 November 2014

Opini

Banjir yang terjadi belakangan ini tentu akan mempengaruhi kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan bencana banjir yang menyebabkan lingkungan tidak sehat yang akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, begitu pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana untuk mandi dan buang air. Padahal, buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih akan jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan pun semakin buruk. Banyaknya jumlah manusia yang akan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara ataupun kontak langsung. Selain itu, bencana banjir ini tidak hanya mengganggu manusia, binatang pun tak luput dari ancaman. Berbagai binatang seperti tikus, kucing dan anjing dapat mati karena bencana ini. Bangkai binatang ini lebih lanjut dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Perlu digaris bawahi bahwa pola hidup atau aktivitas manusia lah yang sebenarnya sangat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar termasuk kondisi banjir yang dialami oleh sejumlah masyarakat di Indonesia saat ini. Tanpa disadari, banyak hal-hal kecil yang telah kita lakukan justru berdampak besar sehingga akhirnya merusak lingkungan sekitar. Perilaku buang sampah misalnya, bila hal ini dilakukan secara tidak benar seperti dengan membuang sampah ke sungai tentu pada akhirnya akan mengakibatkan banjir. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan di saat bencana banjir seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan lewat air. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui air. Lebih baik kita menjaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah-sampah dengan sembarangan.

Kamis, 06 November 2014

Berita Investigatif


Brownies dan Bolu Kukus yang Berbahaya

Brownies adalah Kue yang sangat digemari oleh orang-orang, Sebenarnya brownies adalah kue yang berasal dari kesalahan karena bentuknya yang bantat namun karena memang seperti itu dibuatnya dan rasanya yang enak maka tak heran banyak penggemarnya.

Resep brownies berkembang cukup pesat, mulai dari yang dulunya dipanggang hingga dikukus. Mulai dijadikan cemilan dengan teh hingga untuk makanan siap saji pada waktu acara seperti arisan.

Namun, lagi-lagi ternyata kue ini juga termasuk makanan yang dapat diakali oleh oknum curang yang menambahkan bahan-bahan berbahaya. Ya, di pasaran beredar kue brownies yang mengandung zat berbahaya yang dapat meracuni perut dan otak.

kecurigaan muncul karena terlihat pada warna kue yang mencolok dan setelah beberapa hari lamanya kue tersebut tak kunjung basi. Ternyata benar dugaan bahwa kue yang dibuat ditambahkan borak/ bleng/ sering disebut pijer.

Borak sejatinya digunakan dalam non pangan seperti anti kecoa, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu.

Kue juga diberi pewarna non pangan dan pemanis buatan. Dalam prosesnya menggunakan telur yang sudah rusak dengan cangkang yang telah pecah yang terkadang sudah mengeluarkan aroma busuk. Tak jarang ditemui belatung pada telur yang dibeli dengan harga 10rb/ kantong besar. Jauh lebih murah memang dibandingkan dengan telur yang masih bagus dengan harga 16 rb/ kg yang hanya berisi 10-12 butir telur.

Selain belatung yang jelas berbahaya, cangkang telur yang telah pecah menyebabkan adanya kontaminasi dengan bakteri lainnya.

Mengenai aroma busuk dari telur yang sudah hampir busuk tersebut ,adapula essense pada adonan bownies agar bau telur busuk tersebut hilang, sedangkan pada bolu kukus air yang digunakan yaitu air berkarbonasi. Dalam proses pembuatan brownies ternyata, sama sekali tidak menggunakan coklat batang. Namun,pewarna rambut coklat untuk kuenya meski namanya brownies coklat.

Untuk pemanis digunakan natrium ciklamat, natrium cikalamat tidak mudah dicerna oleh tubuh, bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka akan mengendap di tubuh dan dianggap benda asing dan akhirnya dapat memicu sel kanker.

Berikut tips membedakan Kue yang sehat dan berbahaya

Brownies/ Bolu Kukus Baik/sehat                                 Brownies/ Bolu Kukus Berbahaya


Brownies memiliki tekstur yang lembut                        Teksturnya keras 
                                                                                           
Tidak basi hingga seminggu                                           Brownies kukus 2-3 hari akan basi 

Aroma coklat kuat                                                           Aroma coklat tidak terlalu kuat

Warna tidak terlalu mencolok                                         Warna mencolok

Bolu kukus tidak terlalu mekar/ berlebihan                     Bolu kukus terlalu mekar/ berlebihan

Bolu kukus bertekstur tidak terlalu lembut/ lemas          Bolu kukus bertekstur                                                                                                  terlalu lembut/ lemas 

Minggu, 26 Oktober 2014

Berita Interpretatif

Gayatri si Anak Ajaib dalam Kenangan

Saat ini Indonesia kehilangan anak berbakat, Gayatri Wailisa. Remaja yang memiliki kemampuan menguasai 14 bahasa asing itu meninggal diduga akibat pecah pembuluh darah atau Aneurisma usai berolahraga di Taman Suropati, Jakarta Pusat.

Meski meninggal usai olahraga, tapi menurut Pakar olahraga dr Michael Triangto SpKO, jenis olahraga terakhir yang dilakukan Gayatri harus dipastikan terlebih dahulu.
"Kalau cuma lari saya kira tidak akan menimbulkan pecah pembuluh darah. Tapi kalau olahraga beban (mengangkat beban) mungkin bisa," kata Michael saat di tanyai.
Jika memang gayatri melakukan olahraga beban, kata Michael, ada kemungkinan ia mengalami pelebaran pembuluh darah hingg pecah atau aneurisma.

Sementara itu Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh darah dari RS Sahid Sudirman, dr. H. Aulia Sani, Sp.JP (K) FJCC, FIHA, FAsCC, FICA mengatakan aneurisma terbagi menjadi dua yaitu aneurisma otak dan aneurisma aorta. 
"Aneurisma itu pembesaran pembuluh darah bisa terjadi di otak dan aorta. Biasanya terjadi karena melemahnya dinding arteri sehingga pembuluh darah mengembung," kata Sani.
Kondisi ini, kata Sani, biasanya dialami oleh orang dewasa dan jarang terjadi pada remaja atau dewasa muda. Tapi melihat kasus Gayatri, ia menilai bisa saja terjadi karena kemungkinan kelainan yang terjadi saat lahir atau melakukan aktivitas yang berat.

Menurut saya
Komentar dari micheal mungkin kurang benar karena dia mengatakan bahwa kalau mengangkat beban baru bisa terjadi pecah pembuluh darah. Seperti yang dikatakannya
"Kalau cuma lari saya kira tidak akan menimbulkan pecah pembuluh darah. Tapi kalau olahraga beban (red: mengangkat beban) mungkin bisa,"

kasus yang di alami gayatri seperti ini sudah banyak seperti yang sudah-sudah terjadi di banyak masyarakat umumnya, ketika mereka sedang olahraga lari dan tiba-tiba merasa sangat pusing dan ternyata pembuluh dara mereka tiba-tiba pecah itu benar terjadinya. Seperti yang dikatakan sani
"Aneurisma itu pembesaran pembuluh darah bisa terjadi di otak dan aorta. Biasanya terjadi karena melemahnya dinding arteri sehingga pembuluh darah mengembung,"

Bila kita alihkan ke kedokteran mungkin ini bisa terjadi saja, terlebih lagi kita tidak mendapatkan bukti pasti karena orang tua korban tidak mau gayatri di otopsi.
Dalam hal ini sebaiknya kita harus mencari kebenaran yang sebenarnya terlebih dahulu dan apa yang sudah terjadi di masyarakat bisa membuktikannya dengan pasti bahwa yang terjadi kepada gayatri adalah hal yang wajar.


sumber : https://id.berita.yahoo.com/gayatri-si-anak-ajaib-dalam-175603272.html

Jumat, 24 Oktober 2014

The Snakes Island

Many places on this earth to save its beauty and uniqueness. Earth where we live is indeed wonderful if we are friendly and treat our environment as a friend, not as a resource that must be dredged and hope will never run out. Yes if the man was not going to let the greedy nature of man to live in it, they will be rejected by all human means to live in it, so a lot of examples that have been carried out in the destructive nature of mankind. And look at a unique place to visit but not worth following, there are mostly created by the hands of ignorant humans.

Llha de Queimada Grande (Snake Island)

Offshore of Brazil, south of Sao Paulo, there is an island called Ilha de Queimada Grande (Snake Island). Golden lancehead snakes its kind. This type of snake, it is said, is only in the island. Just imagine a snake, it's been horrible, especially when snake meets the island. Yes, the island Ilha de Queimada Grande is known as the island of snakes.

This is the type of snake that supposedly Golden lancehead most virulent poison. Snake poison that can make the meat rotting to the bone. Snakes of this kind, he said, only in the island. The island is untouched by humans, and for very good reason. Researchers estimate that on the island live between 1-5 snakes per square meter.

That figure might not be so terrible if the snakes were, say, 2 inches long and are not poisonous. The problem, in Queimada Grande Snake is a species of pit viper, the golden lancehead. Snakes lancehead is responsible for 90% of deaths in Brazil originating from snake bites. Previously, the gold lancehead occupy Snake Island grow to more than half a meter in length, and they had a strong poison which can melt flesh around their bites.

This place is so dangerous to the necessary permission from the local government to visit the island. That said, there was a fisherman went to the island to take the banana. But there, he was bitten by a snake. He struggled to escape, and ran towards the boat, baby suffered injuries very severe, he bleed to death. His body was found in his boat in the terrible condition.